Brussels, (ANTARA News) - Pasukan internasional pimpinan NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) telah membunuh hampir 100 warga sipil di Afghanistan selama tahun lalu.
Banyaknya korban sipil telah menurunkan dukungan rakyat kepada Presiden Hamid Karzai dan tentara asing yang mendukungnya.
Korban itu juga menimbulkan perselisihan antara Karzai dan sekutu Barat-nya setelah tujuh tahun lalu mereka menggulingkan pemerintah Taliban.
Pada masa lalu, NATO tidak memberikan perkiraan mengenai jumlah warga sipil yang terbunuh oleh Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF). Pasukan itu memiliki 55 ribu personel.
"Menurut penilaian militer kami ... pada 2008 ISAF- NATO bertanggungjawab atas kematian 97 warga sipil," kata jurubicara ISAF-NATOJames Appathurai .
Ia menuding Taliban dan gerilyawan lainnya membunuh 973 warga sipil -- 10 kali lipat jumlah warga yang dibunuh ISAF-NATO.
Suatu badan hak asasi manusia telah mengeluarkan jumlah (kematian) itu berdasarkan pada perkiraan PBB yang mengatakan bahwa hampir 700 warga sipil telah tewas dalam operasi oleh pasukan pemerintah tahun itu hingga Oktober. Di samping NATO, pasukan di Afghanistan mencakup pasukan pimpinan-AS khususnya yang bertanggungjawab pada operasi anti-terorisme.
NATO mengatakan bulan ini mereka telah memperketat aturan pertempurannya di Afghanistan untuk mengurangi korban sipil, dan mengatakan hal itu penting sekali untuk mempertahankan dukungan masyarakat pada kehadiran pasukan internasional.
Aturan baru itu menekankan perlunya penggunaan pasukan secara proporsional dan bagi pasukan Afghanistan untuk memimpin dalam pencarian rumah dan tempat agama warga Afghanistan kalau bahaya nyata telah diidentifikasi.
Pada Minggu, ribuan warga Afghanistan memprotes terhadap Karzai dan AS karena laporan mengenai kematian warga sipil baru yang ditimbulkan oleh tentara pimpinan-AS dalam serangan terhadap gerilyawan Taliban di provinsi Laghman di Afghanistan timur.
Karzai, yang acap kali mendesak tentara asing untuk mengkoordinasikan operasi dengan pemerintahnya, pekan lalu menegaskan kematian warga sipil sebagai sumber penting ketidakstabilan di Afghanistan.
NATO membalas dengan mengatakan bahwa sumber ketidakstabilan adalah Taliban disusul kepemimpinan yang lemah dan korupsi.(*)
Mengenai Saya
- Rofiq Z
- Pandaan, Jawa Timur, Indonesia
- Belajar dikit demi sedikit, daripada gak sama sekali :-D
Rabu, 28 Januari 2009
NATO Bunuh 97 Sipil Afghanistan Selama 2008
Australia Nyatakan Israel Mutlak Dihormati
Brisbane, (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith menyebut banyak korban sipil dalam sengketa Gaza sebagai "tragedi besar", namun Canberra tetap mendukung keberadaan Israel sebagai negara bangsa, yang "mutlak dihormati".
"Sikap pemerintah Australia tentang masalah Gaza tetap sama sejak hari pertama, yakni kami percaya bahwa hak Israel untuk hidup dalam damai sebagai negara-bangsa harus dihormati," katanya dalam wawancara dengan stasiun TV ABC2 pada Selasa.
Namun, terkait dengan masalah korban perang di pihak sipil, Australia merasa perlu memastikan bahwa semua negara bangsa dan organisasi menghormati hukum humaniter dan hak warga sipil.
"Kami minta semua pihak terlibat melakukan apa pun, yang mereka bisa, untuk menghindari jatuh korban sipil," katanya.
"Sayang, kami menyaksikan sangat banyak korban di pihak sipil dan itu adalah tragedi besar. Oleh karena itu, kami menyiapkan bantuan kemanusiaan senilai sepuluh juta dolar Australia pada tahun ini," kata Smith.
Pemerintah Australia, tambah Smith, meminta Israel dan Hamas menghormati Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa nomor 1860 supaya tercapai gencatan senjata dalam waktu relatif panjang dan bantuan kemanusiaan masuk.
"Kami ingin memastikan setiap bantuan sampai ke tangan rakyat Gaza," katanya.
Pada hari sama, Smith mengumumkan bantuan darurat tambahan senilai lima juta dolar Australia untuk rakyat Palestina. Itu adalah tekad bantuan kedua pemerintah Australia setelah bantuan lima juta dolar, yang disampaikan Wakil Perdana Menteri Julia Gillard pada 1 Januari.
Dalam setahun terakhir, pemerintah Australia melipatgandakan bantuannya kepada rakyat Palestina hingga mencapai hampir 50 juta dolar Australia.
Hanya, dalam menyikapi gempuran tentara Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza baru-baru ini, pemerintah Australia secara taat asas membela Israel dan menyalahkan Hamas.
Perdana Menteri Kevin Rudd menganggap Hamas kelompok teroris dan yang menyebabkan sengketa, sedangkan serbuan tentara Israel tiada lain adalah "hak bela diri".
Sengketa bersenjata Israel-Hamas kembali terjadi setelah pejuang Hamas melancarkan serangan roket dan mortir ke wilayah Israel selatan menyusul akhir gencatan senjata enam bulan pada 19 Desember 2008.
Israel membalas serangan Hamas dengan membom Gaza lewat udara dan disusul dengan serangan darat secara membabi-buta. Dalam gempuran 22 hari sejak 27 Desember 2008 itu, jumlah korban di pihak Palestina mencapai sedikit-dikitnya 1.300 orang, termasuk 400 anak-anak.
Jumlah warga Palestina terluka mencapai 5.300 orang. Selain korban jiwa, ribuan rumah warga, gedung sekolah, rumahsakit dan gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa juga hancur akibat serangan Israel itu, dengan nilai kerugian diperkirakan 476 juta dolar Amerika Serikat.
Sebaliknya, Israel mengaku jumlah korban tewas di pihaknya hanya 13 orang.(*)
Selasa, 27 Januari 2009
PBNU: Fatwa Golput Haram Tak Relevan
Jakarta, (ANTARA News) - Ketua PBNU KH Masdar F Mas`udi menilai usul hukum haram bagi golongan putih (Golput) alias tidak menggunakan hak pilih pada pemilihan umum (Pemilu) merupakan hal yang tidak relevan.
"Juga terkesan terlalu menyederhanakan permasalahan," kata Masdar usai diskusi refleksi akhir tahun bertajuk "Wajah Sosial Keagamaan Indonesia 2008" di Jakarta, Rabu.
Dikatakannya, masyarakat memilih golput bukan karena ada atau tidak adanya hukum tentang sikap politik tersebut, melainkan karena pemilu belum mampu membawa perubahan yang lebih baik bagi bangsa dan negara.
"Jadi, bagi masyarakat, memilih, ya, seperti itu, tidak memilih pun, ya, tetap akan seperti itu. Tidak ada perubahan. Itulah yang menjadikan orang golput," kata ketua Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) itu.
Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengatakan, jika banyak rakyat yang memilih golput karena alasan malas, maka sistem pemilu harus diperbaiki. Dengan demikian hukum haram golput pun tak perlu.
Namun, tambah Hasyim, jika golput tersebut dimaksudkan untuk meniadakan pemilu, maka hal itu bertentangan dengan hukum agama Islam. Sebab, pemilu merupakan upaya untuk menegakkan kekuasaan.
Wacana perlunya dibuat hukum haram golput bermula dari usul Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid agar dibuat fatwa bersama antara Majelis Ulama Indonesia (MUI), NU dan Muhammadiyah untuk mengharamkan golput.
Menurut dia, fatwa itu diperlukan karena saat ini banyak masyarakat yang apatis terhadap pemilu.(*)
Jumat, 12 Desember 2008
Hidayat Nurwahid Minta MUI Fatwa Golput Haram
Diambil dari Jawa Pos
Sabtu, 13 Desember 2008
JAKARTA - Ketua MPR Hidayat Nurwahid sangat mengkhawatirkan tingginya potensi golput dalam pemilu. Dalam realitasnya, sejumlah hasil pilkada di tanah air memang sudah membuktikannya. Rata-rata angka golput lebih dari separo jumlah pemilih sah.
Menurut Hidayat, umat Islam sebagai mayoritas penduduk di Indonesia harus disadarkan untuk menggunakan hak pilihnya. Salah satu jalan yang bisa ditempuh adalah dengan mengeluarkan fatwa yang mengharamkan golput.
''Penting bila ormas-ormas Islam, terutama MUI, membuat fatwa tentang haramnya golput dan wajibnya memilih,'' kata Hidayat yang juga anggota Majelis Syura DPP PKS itu.
Dia menyadari, dalam kerangka undang-undang, memilih itu memang tidak wajib. Tetapi, imbuh Hidayat, dalam konteks kemaslahatan umat, saat ini penting ada fatwa itu. ''Terserah nanti umat mau memilih partai mana saja sesuai nuraninya. Yang penting, umat memilih,'' ujarnya.
Hidayat merasa fatwa itu tidak berlebihan. Apalagi, imbuhnya, ada juga tokoh nasional yang dengan tegas menyerukan golput. Meskipun NU secara resmi sudah mengeluarkan fatwa wajib memilih. ''Makanya, umat perlu didudukkan pada proporsi sebenarnya. Mereka perlu mendapatkan penjelasan,'' tegasnya.
Hidayat optimistis fatwa MUI tentang golput haram akan menjadi fatwa populis. Sebab, fatwa itu bukan untuk memperdalam perbedaan partai Islam dan nasionalis sekuler. ''Fatwa ini akan mendorong umat menyukseskan demokrasi. Kalau persentase mereka yang memilih sangat tinggi, insya Allah kualitas demokrasi akan meningkat,'' jelasnya. Apakah fatwa itu akan efektif? ''Itu akan terlihat setelah pemilu,'' jawabnya. (pri)
Bagaimana Pendapat anda terhadap ide dari Ketua MPR RI tersebut di atas? Perlukah hal tersebut dilakukan? Perlukah PKS introspeksi terhadap kinerja dan komitmennya? Apakah dengan ini bisa dijamin PKS akan mampu memperjuangkan ideologi awalnya yang mungkin masih mewakili aspirasi ummat islam?
Kamis, 11 Desember 2008
Jangan Menunda Taubat
Setelah ular itu menjadi besar dilatih untuk melakukan permainan
yang lebih berbahaya, di antaranya membelit tubuh pelatihnya.
Sesudah berhasil melatih ular itu dengan baik, pemain sirkus itu
mulai mengadakan pertunjukkan untuk umum. Hari demi hari jumlah
penontonnya semakin banyak.
Uang yang diterimanya semakin besar.
Suatu hari, permainan segera dimulai. Atraksi demi atraksi silih
berganti. Semua penonton tidak putus-putusnya bertepuk tangan
menyambut setiap pertunjukkan. Akhirnya, tibalah acara yang
mendebarkan, yaitu permainan ular. Pemain sirkus memerintahkan ular
itu untuk membelit tubuhnya. Seperti biasa, ular itu melakukan apa
yang diperintahkan. Ia mulai melilitkan tubuhnya sedikit demi
sedikit pada tubuh tuannya. Makin lama makin keras lilitannya.
Pemain sirkus kesakitan. Oleh karena itu ia lalu memerintahkan agar
ular itu melepaskan lilitannya, tetapi ia tidak taat. Sebaliknya ia
semakin liar dan lilitannya semakin kuat. Para penonton menjadi
panik, ketika jeritan yang sangat memilukan terdengar dari pemain
sirkus itu, dan akhirnya ia terkulai mati.
Hikmah:
Kadang dosa terlihat tidak membahayakan.
Kita merasa tidak terganggu dan dapat mengendalikannya.
Bahkan kita merasa bahwa kita sudah terlatih untuk mengatasinya.
Sering kita mengatakan, nanti saja saya taubat.
Tetapi pada kenyataanya,
apabila dosa itu telah mulai melilit dan menguasai hidup kita,
sukar untuk dapat melepaskan diri lagi daripadanya.
JANGAN PERNAH MENUNDA UNTUK BERTAUBAT!
Selasa, 12 Agustus 2008
Lebih Panjang Usia dengan Lari
Para peneliti dari Stanford University California tersebut menyatakan, berlari mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, dan penyakit gangguan saraf seperti Alzheimer. "Dalam 19 tahun masa penelitian, kasus kematian pada pelari tercatat 15 persen. Sebaliknya, kematian pada non pelari tercatat 34 persen. Padahal, mereka rutin memeriksakan kesehatan," tulis dr Eliza Chakravarty.
Tim peneliti menyurvei 284 anggota klub lari dan 156 orang dengan rutin memeriksakan kesehatan. Mereka berlatar belakang sosial dan ekonomi sama. Seluruhnya berusia 50 tahun ke atas.
Dimulai pada 1984, setiap responden mengisi survei data frekuensi pelatihan, berat badan, dan ketidakmampuan melakukan delapan aktivitas. Sebagian besar pelari berhenti berlari saat memasuki usia 70 tahun. Namun, sulit ditemukan orang yang benar-benar berhenti berlatih. "Hampir semua melakukan hal yang lain, mereka melanjutkan olahraga lain," ujarnya. Bahkan pada para lansia pun, olahraga meningkatkan kesehatan. Studi menunjukkan, pelari jarang mengalami cedera, termasuk cedera lutut. Baca selengkapnya......
Jumat, 01 Agustus 2008
Selot-selote mbesuk wolak-waliking jaman teka
Besuk yen
wis ana kreta tanpa jaran.
One day there will be a cart without a horse.
Tanah Jawa kalungan wesi.
The island of Java will be circled by an iron necklace.
Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang.
There will be a boat flying in the sky.
Kali ilang kedhunge.
The river will loose its current.
Pasar ilang kumandhange.
There will be markets without crowds.
Iku tandane yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak.
These are the signs that the Jayabaya era is coming.
Bumi saya suwe saya mengkeret.
The earth will shrink.
Sekilan bumi dipajeki.
Every inch of land will be taxed.
Jaran doyan mangan sambel.
Horses will devour chili sauce.
Wong wadon nganggo pakaian lanang.
Women will dress in men's clothes.
Iku tandane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman.
These are the signs that the people and their civilization have been turned upside down.
Akeh janji ora ditetepi.
Many promises unkept.
Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe.
Many break their oath.
Manungsa pada seneng nyalah.
People will tend to blame on each other.
Ora ngindahake hukum Allah.
They will ignore God's law.
Barang jahat diangkat-angkat.
Evil things will be lifted up.
Barang suci dibenci.
Holy things will be despised.
Akeh manungsa mung ngutamakne dhuwit.
Many people will become fixated on money.
Lali kamanungsan.
Ignoring humanity.
Lali kabecikan.
Forgetting kindness.
Lali sanak lali kadang.
Abandoning their families.
Akeh Bapa lali anak.
Fathers will abandon their children.
Akeh anak wani nglawan ibu.
Children will be disrespectful to their mothers.
Nantang bapa.
And battle against their fathers.
Sedulur pada cidra.
Siblings will collide violently.
Kulawarga pada curiga.
Family
members will become suspicious of each other.
Kanca dadi mungsuh.
Friends become enemies.
Akeh manungsa lali asale.
People will forget their roots.
Ukuman Ratu ora adil.
The queen's judgements will be unjust.
Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.
There will be many peculiar and evil leaders.
Akeh kelakuan sing ganjil.
Many will behave strangely.
Wong apik-apik pada kepencil.
Good people will be isolated.
Akeh wong nyambut gawe apik-apik pada krasa isin.
Many people will be too embarrassed to do the right things.
Luwih utama ngapusi.
Choosing falsehood instead.
Wegah nyambut gawe.
Many will be lazy to work.
Kepingin urip mewah.
Seduced by luxury.
Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka.
They will take the easy path of crime and deceit.
Wong bener thenger-thenger.
The honest will be confused.
Wong salah bungah.
The dishonest will be joyful.
Wong apik ditampik-tampik.
The good will be rejected.
Wong jahat munggah pangkat.
The evil ones will rise to the top.
Wong agung kesinggung.
Noble people will be wounded by unjust criticism.
Wong ala kepuja.
Evil doers will be worshipped.
Wong wadon ilang kawirangane.
Women will become shameless.
Wong lanang ilang kaprawirane.
Men will loose their courage.
Akeh wong lanang ora duwe bojo.
Men will choose not to get married.
Akeh wong wadon ora setya marang bojone.
Women will be unfaithful to their husbands.
Akeh ibu pada ngedol anake.
Mothers will sell their babies.
Akeh wong wadon ngedol awake.
Women will engage in prostitution.
Akeh wong ijol bebojo.
Couples will trade partners.
Wong wadon nunggang jaran.
Women will ride horses.
Wong lanang linggih plangki.
Men will be carried in a
stretcher.
Randa seuang loro.
A divorcee will be valued at 17 cents.
Prawan seaga lima.
A virgin will be valued at 10 cents.
Duda pincang laku sembilan uang.
A crippled men will be valued at 75 cents.
Akeh wong ngedol ngelmu.
Many will earn their living by trading their knowledge.
Akeh wong ngaku-aku.
Many will claims other's merits as their own.
Njabane putih njerone dadu.
It is only a cover for the dice.
Ngakune suci, nanging sucine palsu.
They will proclaim their righteousness despite their sinful ways.
Akeh bujuk akeh lojo.
Many will use sly and dirty tricks.
Akeh udan salah mangsa.
Rains will fall in the wrong season.
Akeh prawan tuwa.
Many women will remain virgins into their old age.
Akeh randa nglairake anak.
Many divorcees will give birth.
Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne.
Newborns will search for their fathers.
Agama akeh sing nantang.
Religions will be attacked.
Perikamanungsan saya ilang.
Humanitarianism will no longer have importance.
Omah suci dibenci.
Holy temples will be hated.
Omah ala saya dipuja.
They will be more fond of praising evil places.
Wong wadon lacur ing
ngendi-endi.
Prostitution will be everywhere.
Akeh laknat.
There will be many worthy of damnation.
Akeh pengkhianat.
There will be many betrayals.
Anak mangan bapak.
Children will be against father.
Sedulur mangan sedulur.
Siblings will be against siblings.
Kanca dadi mungsuh.
Friends will become enemies.
Guru disatru.
Students will show hostility toward teachers.
Tangga pada curiga.
Neighbours will become suspicious of each other.
Kana-kene saya angkara murka.
And ruthlessness will be everywhere.
Sing weruh kebubuhan.
The
eyewitness has to take the responsibility.
Sing ora weruh ketutuh.
The ones who have nothing to do with the case will be prosecuted.
Besuk yen ana peperangan.
One day when there will armagedon.
Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor.
In the east, in the west, in the south, and in the north.
Akeh wong becik saya sengsara.
Good people will suffer more.
Wong jahat saya seneng.
Bad people will be happier.
Wektu iku akeh dandang diunekake kuntul.
When this happens, a rice cooker will be said to be an egret.
Wong salah dianggep bener.
The wrong person will be assumed to be honest.
Pengkhianat
nikmat.
Betrayers will live in the utmost of material comfort.
Durjono saya sempurna.
The deceitful will decline even further.
Wong jahat munggah pangkat.
The evil persons will rise to the top.
Wong lugu kebelenggu.
The modest will be trapped.
Wong mulyo dikunjoro.
The noble will be imprisoned.
Sing curang garang.
The fraudulent will be ferocious.
Sing jujur kojur.
The honest will unlucky.
Pedagang akeh sing keplarang.
Many merchants will fly in a mess.
Wong main akeh sing ndadi.
Gamblers will become more addicted to gambling.
Akeh
barang haram.
Illegal things will be everywhere.
Akeh anak haram.
Many babies will be born outside of legal marriage.
Wong wadon nglamar wong lanang.
Women will propose marriage.
Wong lanang ngasorake drajate dhewe.
Men will lower their own status.
Akeh barang-barang mlebu luang.
The merchandise will be left unsold.
Akeh wong kaliren lan wuda.
Many people will suffer from starvation and inability to afford clothing.
Wong tuku nglenik sing dodol.
Buyers will become more sophisticated.
Sing dodol akal okol.
Sellers will have to use their brains and muscle to do business.
Wong golek
pangan kaya gabah diinteri.
In the way they earn a living, people will be as rice paddies being swung around and blown up.
Sing kebat kliwat.
Some will go wild out of control.
Sing telah sambat.
Those who are not ambitious will complaint of being left behind.
Sing gede kesasar.
The ones on the top will get lost.
Sing cilik kepleset.
The ordinary people will slip.
Sing anggak ketunggak.
The arrogant ones will be impaled.
Sing wedi mati.
The fearful ones will not survive.
Sing nekat mbrekat.
The risk takers will be successful.
Sing jerih ketindhih.
The ones who are afraid of
taking the risks will be crushed under foot.
Sing ngawur makmur.
The careless ones will be wealthy.
Sing ngati-ati ngrintih.
The careful ones will whine about their suffering.
Sing ngedan keduman.
The crazy ones will get their portion.
Sing waras nggagas.
The ones who are mentally and physically healthy will think wisely.
Wong tani ditaleni.
The farmers will be controlled.
Wong dora ura-ura.
Those who are corrupt will spend their fortune lavishly.
Ratu ora netepi janji, musna kekuasaane.
The queen who does not keep her promises will lose her power.
Bupati dadi rakyat.
The leaders will become ordinary persons.
Wong cilik dadi priyayi.
The ordinary people will become leaders.
Sing mendele dadi gede.
The dishonest persons will rise to the top.
Sing jujur kojur.
The honest ones will be unlucky.
Akeh omah ing nduwur jaran.
There will be many people own a house on horseback.
Wong mangan wong.
People will attack other people.
Anak lali bapak.
Children will ignore their fathers.
Wong tuwa lali tuwane.
Parents will not want to take their responsibility as parents.
Pedagang adol barang saya laris.
Merchants will sell out of their merchandise.
Bandane saya ludes.
Yet, they will lose money.
Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan.
Many people will die from starvation in prosperous times.
Akeh wong nyekel banda nanging uripe sengsara.
Many people will have lots of money yet, be unhappy in their lives.
Sing edan bisa dandan.
The crazy one will be beautifully attired.
Sing bengkong bisa nggalang gedong.
The insane will be able to build a lavish estate.
Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil.
The ones who are fair and sane will suffer in their lives and will be isolated.
Ana peperangan ing njero.
There will be internal wars.
Timbul amarga para pangkat akeh sing pada salah paham.
This is a result of misunderstandings between those at the top.
Durjana saya ngambra-ambra.
The numbers of evil doers will increase sharply.
Penjahat saya tambah.
There will be more criminals.
Wong apik saya sengsara.
The good people will live in misery.
Akeh wong mati jalaran saka peperangan.
There will be many people die in a war.
Kebingungan lan kobongan.
Others will be disoriented, and their property burnt.
Wong bener saya tenger-tenger.
The honest will be confused.
Wong salah saya bungah-bungah.
The dishonest will be joyful.
Akeh banda musna ora karuan lungane. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe.
There will be disappearance of great riches, titles, and jobs.
Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram.
There will be many illegal goods and many babies born without fathers.
Bejane sing lali, bejane sing eling.
Those people who forget God's Will may be happy on earth.
Nanging sauntung-untunge sing lali isih untung sing waspada.
But those who are remember God's will are destined to be happier still.
Angkara murka saya ndadi.
Ruthlessness will become worse.
Kana-kene saya bingung.
Everywhere the situation will be chaotic.
Pedagang akeh alangane.
Doing business will be moredifficult.
Akeh buruh nantang juragan.
Workers will challenge their employers.
Juragan dadi umpan.
The employers will become bait for their employees.
Sing suwarane seru oleh pengaruh.
Those who speak out will be more influential.
Wong pinter diingar-ingar.
The wise ones will be ridiculed.
Wong ala diuja.
The evil ones will be worshipped.
Wong ngerti mangan ati.
The knowledgeable ones will show no compassion.
Banda dadi memala.
The pursuit of material comfort will incite crime.
Pangkat dadi pemikat.
Job titles will become enticing.
Sing sawenang-wenang rumangsa menang.
Those who act arbitrarily will feel as if they are the winners.
Sing ngalah rumangsa kabeh salah.
Those who act wisely will feel as if everything is wrong.
Ana Bupati saka wong sing asor imane.
There will be leaders who are weak in their faith.
Patihe kepala judi.
Their vice regent will be selected from among the ranks of the gamblers.
Wong sing atine suci dibenci.
Those who have a holy heart will be rejected.
Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat.
Those who are evil, and know how to flatter their boss, will be promoted.
Pemerasan saya ndadra.
Human exploitation will be
worse.
Maling lungguh wetenge mblenduk.
The corpulent thieves will be able to sit back and relax.
Pitik angkrem saduwurane pikulan.
The hen will hacth eggs in a carrying pole.
Maling wani nantang sing duwe omah.
Thieves will not be afraid to challenge the target.
Begal pada ndugal.
Robbers will dissent into greater evil.
Rampok pada keplok-keplok.
Looters will give applause.
Wong momong mitenah sing diemong.
People will slander their caregivers.
Wong jaga nyolong sing dijaga.
Guards will steal the very things they are to protect.
Wong njamin njaluk dijamin.
Guarantors will ask for
collateral.
Akeh wong mendem donga.
Many will ask for blessings.
Kana-kene rebutan unggul.
Everybody will compete for personal victory.
Angkara murka ngombro-ombro.
Ruthlessness will be everywhere.
Agama ditantang.
Religions will be questioned.
Akeh wong angkara murka.
Many people will be greedy for power, wealth and position.
Nggedeake duraka.
Rebelliousness will increase.
Ukum agama dilanggar.
Religious law will be broken.
Perikamanungsan diiles-iles.
Human rights will be violated.
Kasusilan ditinggal.
Ethics will left behind.
Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi.
Many will be insane, cruel and immoral.
Wong cilik akeh sing kepencil.
Ordinary people will be segregated.
Amarga dadi korbane si jahat sing jajil.
They will become the victims of evil and cruel persons.
Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit.
Then there will come a queen who is influential.
Lan duwe prajurit.
She will have her own armies.
Negarane ambane sapra-walon.
Her country will measured one-eighth the circumference of the world.
Tukang mangan suap saya ndadra.
The number of people who commit bribery will increase.
Wong jahat ditampa.
The evil ones will be accepted.
Wong suci dibenci.
The innocent ones will be rejected.
Timah dianggep perak.
Tin will be thought to be silver.
Emas diarani tembaga.
Gold will be thought to be copper
Dandang diandakake kuntul.
A rice cooker will be thought to be an egret.
Wong dosa sentosa.
The sinful ones will be safe and live in tranquility.
Wong cilik disalahake.
The poor will be blamed.
Wong nganggur kesungkur.
The unemployed will be rooted up.
Wong sregep krungkep.
The diligent ones will be forced down.
Wong nyengit kesengit.
The people will seek revenge against the fiercely violent ones.
Buruh mangluh.
Workers will suffer from overwork.
Wong sugih krasa wedi.
The rich will feel unsafe.
Wong wedi dadi priyayi.
People who belong to the upper class will feel insecure.
Senenge wong jahat.
Happiness will belong to evil persons.
Susahe wong cilik.
Trouble will belong to the poor.
Akeh wong dakwa dinakwa.
Many will sue each other.
Tindake menungsa saya kuciwa.
Human behaviour will fall short of moral enlightenment.
Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi.
Leaders will discuss and choose which
countries are their favourites and which ones are not.
Hore! hore!
Hurrah! Hurrah!
Wong Jawa kari separo.
The Javanese will remain half.
Landa-Cina kari sejodo.
The Dutch and the Chinese each will remain a pair.
Akeh wong ijir, akeh wong cethil.
Many become stingy.
Sing eman ora keduman.
The stingy ones will not get their portion.
Sing keduman ora eman.
The ones who receive their portion will be generous.
Akeh wong mbambung.
Street beggars will be everywhere.
Akeh wong limbung.
Bewildered persons will be everywhere.